Perjalanan Kami Dari Dapur ke Masyarakat
Dimulai dari workshop kecil di komunitas RT, sekarang kami sudah membantu ribuan keluarga Indonesia memasak lebih sehat tanpa ribet.
Awal Mula di Komunitas Lokal
Tahun 2019, kami mulai dengan kelas gratis di balai RW. Cuma 8 ibu rumah tangga yang datang. Mereka skeptis — "Masakan sehat pasti mahal dan gak enak."
Kami buktikan sebaliknya. Dengan bahan pasar biasa seperti tempe, tahu, dan sayur lokal, kami tunjukkan cara memasak rendah minyak tapi tetap gurih. Dari 8 peserta itu, sekarang mereka jadi "duta" memasak sehat di lingkungan masing-masing.
Berkembang Lewat Cerita Nyata
Tahun 2021, salah satu peserta kami, Bu Sari dari Depok, bercerita anaknya yang dulunya obesitas berhasil turun 12 kg dalam 8 bulan. Bukan karena diet ketat, tapi karena cara memasak keluarga mereka berubah.
Cerita seperti ini yang bikin kami sadar — metode kami bukan cuma soal resep, tapi tentang mengubah pola hidup keluarga Indonesia secara bertahap dan realistis.
Menghadapi Hambatan Budaya
Tantangan terbesar? Mengubah mindset bahwa "enak itu harus berlemak." Banyak yang bilang, "Kalau gak pakai santan kental, masakan Padang atau Jawa bukan rasanya!"
Kami gak menghapus tradisi — kami adaptasi. Misalnya, rendang tetap bisa dibuat dengan santan lebih encer tapi bumbu lebih kuat. Gulai tetap creamy dengan tambahan kentang halus. Teknik-teknik ini kami pelajari dari chef profesional dan ahli gizi, lalu disederhanakan untuk ibu rumah tangga.
Ekspansi ke Platform Digital
Sekarang, kami punya kelas online dan video tutorial yang bisa diakses kapan saja. Tapi kami tetap pertahankan sentuhan personal — setiap peserta bisa konsultasi langsung kalau ada masalah di dapur.
Dari Sabang sampai Merauke, kami terima foto masakan peserta kami lewat WhatsApp. Ada yang kirim foto pepes ikan tanpa minyak, ada yang stolz pamer sayur sop anaknya habis. Itu yang bikin kami terus semangat.

Prinsip Kami: Praktis, Terjangkau, dan Tetap Enak
Banyak yang bilang memasak sehat itu mahal. Kami buktikan sebaliknya. Dengan bahan lokal seperti tempe, bayam, wortel, dan ikan laut, anda bisa membuat menu bergizi lengkap dengan biaya di bawah Rp 50.000 untuk sekeluarga.
Yang penting bukan bahan impor atau alat canggih — tapi teknik. Cara memotong sayur agar nutrisinya tidak hilang. Cara menumis dengan api besar sebentar supaya gak butuh banyak minyak. Cara merendam daging dengan bumbu alami agar empuk tanpa pengempuk kimia.
Kami juga sadar tidak semua orang punya waktu lama di dapur. Makanya semua metode kami dirancang untuk masak cepat — maksimal 30-40 menit untuk menu komplit. Karena ibu rumah tangga Indonesia punya banyak peran lain selain di dapur.
Berbasis Bahan Lokal
Kami pakai bahan yang mudah ditemukan di pasar tradisional atau tukang sayur keliling. Gak perlu quinoa atau kale — tempe dan bayam Indonesia sudah sangat bergizi.
Metode Terbukti Efektif
Setiap teknik yang kami ajarkan sudah diuji oleh ratusan peserta. Bukan teori dari buku luar negeri, tapi praktik nyata di dapur Indonesia dengan kompor gas biasa.
Pendampingan Berkelanjutan
Setelah kelas selesai, kami tetap ada. Kalau ada masalah waktu praktik sendiri — misalnya tumisan jadi gosong atau ikan gak empuk — anda bisa tanya langsung ke kami.
Orang-Orang di Balik ThreeWojoz
Amelia Prananda
Co-Founder & Chef InstrukturDulu, saya chef di hotel bintang lima. Tapi semua masakan saya pakai mentega, krim, dan bahan mahal. Ketika ibu saya kena diabetes, saya baru sadar — masakan enak gak harus gitu.
Sekarang saya fokus mengajar teknik chef untuk masakan rumahan sehat. Ternyata banyak trik profesional yang bisa disederhanakan untuk dapur rumah. Dan yang paling penting — tetap enak!